Fashion Korea: Modern vs Tradisional

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan fashion Korea yang memang sedang ngetrend di kalangan anak muda. Toko-toko dan penjual pakaian serta aksesoris Korea pun bermunculan bak cendawan di musim hujan. Banyak faktor pendorong yang membuat cara berpakaian ala Korea diminati antara lain girl band dan boy band Korea yang naik daun dan eksistensinya sampai ke tingkat internasional serta serial drama Korea yang diputar di televisi.

 

Saat ini kebanyakan dari kita hanya mengetahui dan melihat cara berpakaian orang Korea yang sudah modern. Gaya modern Korea sebenarnya tidak jauh dengan gaya berpakaian Western atau Barat di mana masyarakat di sana biasanya berpakaian agak terbuka. Tata rias wajah Korea jaman modern pun juga lebih berani dengan tampilan rambut yang dicat warna-warni serta lensa kontak beraneka warna.

 

Fashion Korea modern tak bisa lepas dari beberapa fashion item yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Fashion item tersebut misalnya mantel, celana pendek, rok mini, hingga kaos. Untuk kaum pria, barang yang dipunyai biasanya berupa kemeja polos, celana panjang, jas atau blazer dan jam tangan ditambah potongan rambut masa kini yang di pakaikan pomade atau wax rambut.

 

Tapi pernahkah kita berpikir mengenai gaya berpakaian orang Korea pada jaman dahulu? Seperti di Indonesia, negeri Ginseng itu pun juga memiliki pakaian tradisional yang tak kalah cantik dengan kebaya. Berbeda dengan fashion modern, pakaian tradisional Korea sangat tertutup dengan rambut yang digulung rapi ke atas. Pakaian tradisional Korea sendiri disebut dengan hanbok yang berasal dari kata ‘han’ yang berarti Korea dan ‘bok’ yang berarti pakaian. Hanbok untuk wanita dan pria tentu saja berbeda. Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagian-bagian hanbok untuk wanita:

Fashion tradisional korea

  • Jeogori, merupakan atasan hanbok yang diikat untuk menghubungkan bagian depan dan belakang. Jeogori ini biasanya panjangnya sepinggang.
  • Chima adalah rok panjang yang menjadi bawahan hanbok. Chima biasanya menutupi bagian bawah tubuh wanita yang panjangnya mulai dari dada melebar ke mata kaki.
  • Otgoreum, bagian yang satu ini berfungsi seperti ikat pinggang yang dilingkarkan di atas chima.
  • Tak lengkap rasanya membahas fashion tanpa membahas alas kaki. Alas kaki tradisional Korea dikenal dengan sebutan Jipsin. Jipsin terbuat dari jerami untuk bagian luarnya sedangkan di dalam dilapisi kain agar kaki tetap hangat.
  • Gat-Jeogori. Bagian yang satu ini memiliki fungsi yang sama dengan Jeogori. Hanya saja ukurannya lebih besar terbuat dari sutera dan di dalamnya dilapisi bulu kelinci. Kenapa demikian? Karena Gat-Jeogori ini biasa digunakan saat musim dingin sebagai pengganti Jeogori.

 

Demikian tadi bagian-bagian pakaian tradisional korea khusus wanita. Terlihat bahwa pada jaman dahulu masyarakat Korea masih menjunjung tinggi nilai ketimuran dengan berpakaian serba tertutup baik bagi kaum adam maupun kaum hawa. Sekarang, pakaian tradisional Korea hanya digunakan saat momen-momen tertentu saja seperti pernikahan dan upacara-upacara keagamaan. Sama halnya dengan di Indonesia, untuk sehari-hari kebanyakan orang Korea berpakaian modern seperti yang biasa kita lihat pada serial drama Korea di televisi.

 

Baik tradisional maupun modern, pakaian Korea sebenarnya sama-sama memiliki fungsi sebagai penutup tubuh. Namun meski terbilang kuno, pakaian tradisional Korea juga menjadi bagian dari fashion Korea yang mendunia mengikuti kesuksesan K-pop. Gaya modern atau gaya tradisional memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Semua adalah bagian dari karya industri fashion yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *