Mengenal Kain Rangrang yang Kian Melejiit untuk Fashion Terbaru

Kain rangrang atau tenun rangrang merupakan salah satu kain tradisional yang dimiliki oleh Indonesia tepatnya dari Bali dan Lombok. Kain ini saat ini sedang marak digunakan sebagai bahan untuk membuat busana baik untuk acara santai maupun acara resmi. Corak kain yang unik dengan perpaduan warna yang mencolok dan segar membuat kain ini menjadi sebuah dobrakan baru untuk dunia fashion. Tidak heran jika fashion terbaru yang menonjolkan unsur kebudayaan atau sisi tradisional, menggunakan kain rang-rang ini. 

Ciri dari kain rangrang yang mampu memikat perhatian masyarakat dan memiliki nilai jual yang tinggi diantaranya yaitu: Mengenal Kain Rangrang yang Kian Melejiit untuk Fashion Terbaru

  • Secara umum, kain ini memiliki warna latar yaitu kuning atau merah dengan beragam motif di tengah kain sehingga membuat banyak orang lebih tertarik dan menggunakan kain tersebut.
  • Teknik pembuatan kain ini dengan menggunakan teknik ikat tunggal
  • Selalu terdapat garis berwarna putih yang merupakan pangoh taji atau pisau yang digunakan ayam petarung dalam adu atau sabung ayam.
  • Memiliki motif khas yaitu geometri zigzag.

Salah satu penghasil kain rangrang adalah Nusa Penida tepatnya di desa Karang yang ada di Bali. Di tempat ini, masyarakat membuat kain tenun ini sebagai salah satu sumber pencaharian mereka. Dalam pembuatannya, digunakan teknik ikat tunggal dengan penetapan corak dan warna menjadi kombinasi yang unik. Dalam pembuatannya, seseorang harus membutuhkan waktu berhari-hari untuk menghasilkan kain dengan kualitas yang bagus. Sehingga tidak heran untuk kain yang dibuat secara tradisional atau bukan cap, harganya lebih mahal dan dapat mencapai ratusan ribu rupiah apalagi jika dirubah menjadi busana untuk fashion terbaru. Salah satu kegunaan dari kain ini selain sebagai pakaian adat adalah sebagai salah satu pelengkap dari sarana upacara keagamaan. 

Pada umumnya, kain rangrang memiliki warna merah atau kuning sebagai warna dasarnya kemudian di bagian tengahnya akan diberi motif yang beragam. Beberapa pewarnaan menggunakan pewarna alami yaitu kunyit untuk warna kuning, manggis untuk ungu dan lengkuas untuk warna marun. Motif yang digunakan dalam kain tenun ini untuk bagian tengahnya antara lain yaitu: 

  • Saksak bunga tunjung.
  • Beraneka jenis rumput.
  • Pohon cemara.

Baca juga artikel menarik lainnya di kepofashion.com

Kain rangrang menggunakan motif lain yang digunakan untuk pinggirnya sehingga kain menjadi lebih cantik. Hiasan yang biasa terdapat pada kain tenun tersebut antara lain adalah bunga julit, kupu-kupu, daun bakung, hiasan katak. Beberapa motif yang ada di kain tenun tersebut diantaranya adalah motif alam, motif bianglala, motif wajik. Motif dasar adalah zigzag dengan sudut runcing, namun beberapa designer dan pengrajin kreatif mengembangkan motif lain seperti yang dilakukan oleh designer Priyo Oktaviano yang mengembangkan motif gelombang asmara dan gelombang cinta. Jika mampu memadupadankan motif, maka busana untuk fashion terbaru akan semakin lebih menarik.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *